Pernah nggak sih, fans JKT48 ngitung berapa biaya yang dia keluarkan demi hobi idoling yang dia lakukan?
Setiap hobi, pasti ada resikonya. Entah itu resiko nyawa, atau resiko biaya. Walau tujuannya kesenangan, tetep aja ada hal yang harus ‘dibayar’ baik secara materil maupun non materil. Namanya juga kesenangan, setiap orang punya perspektif berbeda tentang kesenangan itu sendiri. Termasuk hobi idoling, baik disadari atau nggak, pasti ada biaya yang harus dikeluarkan oleh Fans JKT48 untuk menyalurkan hobinya.
Namanya juga industri, pasti ada konsumen dan produsen. Konsumen harus membeli produk yang dibuat oleh produsen dengan biaya tertentu. JKT48 sudah masuk ke dalam industri bisnis musik tanah air. Pasti akan ada biaya yang akan dikeluarkan oleh Fans JKT48. Terus berapa? Yuk itung-itungan!
Setiap fans JKT48, pasti punya perhitungan sendiri. Nggak semua fans JKT48 kaya, atau miskin. Dan pendapatan atau duit jajannya pun satu sama lain pasti berbeda. Makannya ini bisa jadi satu gambaran aja. Mungkin bisa digeneralisir, tapi bisa jadi ini salah.
Kalau ngomongin idoling JKT48, pasti fans JKT48, terutama yang di wilayah Jabodetabek selalu menyempatkan waktunya untuk nonton idolanya langsung di teater. Berdalih mensupport idolanya, fans JKT48 bisa saja nonton performmember JKT48 berkali-kali walau lagu yang ditampilkan sama. Oke, balik lagi ke itung-itungan ya!
Anggap ini fans JKT48 yang ada di kawasan jabodetabek.
Misal, Fans JKT48 ini nonton teater seminggu sekali. Kalau pas weekend. Jadi, setiap nonton teater dia keluar uang Rp 100,000. Kalau sebulan ada 4 minggu, berarti dia harus nyiapin uang 400,000.
Kalau ke theater JKT48, pasti perlu transport kan? Ya, anggaplah fans ini naik busway sekali + kopaja. Berarti pulang pergi budgetnya sekitar (Rp 3,500 + Rp 2000) x 2 = Rp 11,000. Belum lagi kalau buat makan. Misal, budget buat jajan sekali nonton theater itu 10,000. Jadi total kalo dikali 4 budgetnya nyampe Rp 84,000.
Cuma nonton theater JKT48? Nggak mungkin! Fans JKT48 juga biasanya jadi kolektor swag atau merchandise. Ada merchandise reguler yang keluar tiap periode, ada yang keluar sekali. Yang reguler, misalnya Photopack. Aggaplah sebulan sekali ada rilis photopack baru. 1 pack dijual Rp 50,000.
Lainnya? Setiap 3 bulan sekali misalnya, ada rilis single terbaru. Dan Fans yang baik sih katanya harus beli CD original. Dan eits! Jangan salah! Banyak juga fans yang beli CD Original lebih dari 1 walau isinya sama. tapi karena ada tiket vote member, handshake, atau photopack, mereka rela beli lebih dari 1 CD. Misal, tiap ada CD, fans JKT48 ini beli 3 buah, dan 1 CD harganya sekitar Rp 80,000. Jadi total setiap ada rilis CD terbaru, fans JKT48 ngeluarin dana Rp 240,000. Karena asumsinya CD keluar setiap 3 bulan, perbulannya harus ada dana Rp 80,000.
Konser? Event? Atau sejenisnya? Pasti ada! Anggap setiap 3 bulan sekali ada event/konser diadain sama official JKT48. Setiap event rata-rata tiketnya Rp 150,000. Kalau itu setiap 3 bulan, jadi perbulannya sekitar Rp 50,000 harus ditabung biar bisa ikut event.
Jadi total udah berapa? Sebulan, untuk variabel budget seorang fans JKT48 sudah bisa dikira-kira kan ya? Coba yok diitung:
Rp 400,000 + Rp 84,000 + Rp 50,000 + Rp 80,000 + Rp 50,000 = Rp 664,000 per bulan!
Rp 400,000 + Rp 84,000 + Rp 50,000 + Rp 80,000 + Rp 50,000 = Rp 664,000 per bulan!
Ini asumsi lho ya! Asumsi biaya yang dikeluarkan fans JKT48 pasti beda-beda. Dan belum tentu diitung sama mereka yang sudah mengeluarkan duit. Namanya juga hobi. Bisa jadi logika seorang yang sudah menyukai hobi tertentu akan menjadi lemah.
Selain variabel budget yang keluar setiap bulan, pasti ada yang lain-lain dong? Misal, buat beli kaos? Buat beli poster? buat beli lighstick? Dan biaya tak terduga lainnya?
Ngomongin duit Rp 664,000 per bulan, itu juga nggak sedikit kan? Apalagi kalau misal bisa ditabung. Ya, tapi gimana lagi. Namanya juga kesenangan. Kapan lagi kalau nggak sekarang? Yang jelas, duitnya bukan duit haram, dan nggak nyusahin orang tua.
Yang aneh adalah, kalau udah tua, masih kejebak sama ginian. Hehehe. Aneh dong, bapak-bapak, harusnya ngurus keluarga malah nontonin paha. Yah, tapi balik lagi. Hobi bro! Setiap orang punya hak untuk menyalurkan hobinya. Walau bagi orang lain sudah diluar logika, selama nggak nyusahin orang lain, dan nggak melanggar hukum, masih sah-sah saja. Hehehe.
Yang jelas, setiap hobi, termasuk idoling pasti ada yang harus dikorbankan. Tapi jangan sampai pengorbanan kita justru membuat logika kita jadi lemah. Perlu ada prioritas, jangan sampai duit sekolah, kredit rumah, bayar kosan malah ditilep buat kebutuhan tersier.
Tapi kalo mau lebih logis lagi, duit 664 ribu bisa buat kredit rumah kali ya! Hehehe.
Sumber : Dunia Delusi



No comments:
Post a Comment